Oleh: Khoirul Anwar – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Insaniyyah Salatiga
Khutbah I
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ اَلْحَمْدُ لِلهِ الرَّحِيْمِ الرَّحْمَنِ، أَمَرَ بِالتَّرَاحُمِ وَجَعَلَهُ مِنْ دَلاَئِلِ الإِيْمَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الْمُتَوَالِيَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، الرَّحْمَةُ الْمُهْدَاةُ، وَالنِّعْمَةُ الْمُسْدَاةُ، وَهَادِي الإِنْسَانِيَّةِ إِلَى الطَّرِيقِ الْقَوِيْمِ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ أَمَّا بَعْدُ: فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Marilah kita senantiasa meningkatkan rasa takwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Pada hari ini yang dimulai setelah kita menyelesaikan shalat ‘Id, kita disunnahkan untuk berkurban, yakni menyembelih binatang seperti kambing atau sapi yang kemudian dagingnya kita makan, kita hadiahkan dan kita sedekahkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Hari ini juga, kita selalu diingatkan dengan satu kisah agung: kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Kisah tentang cinta, pengorbanan, dan ketaatan yang melampaui batas logika manusia. Bagaimana bisa Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang memerintahkan hamba yang disayangi-Nya untuk menyembelih anaknya?
Nabi Ibrahim diuji oleh Allah dengan sesuatu yang paling beliau cintai: putranya sendiri, Nabi Ismail ‘alaihissalam. Ketika Allah memerintahkan untuk mengorbankan anaknya, beliau tidak membantah, tidak menunda, dan tidak mencari alasan. Karena bagi Nabi Ibrahim, cinta kepada Allah harus berada di atas segalanya. Maka sesungguhnya hakikat kurban bukan sekadar menyembelih kambing atau sapi. Hakikat kurban adalah: berani melepaskan sesuatu yang paling kita cintai demi mendekat kepada Allah.
Kalau dahulu Nabi Ibrahim diuji dengan anaknya, maka pada zaman kita hari ini, salah satu hal paling berharga yang Allah uji dari kita adalah waktu. Hari ini manusia begitu mudah mengorbankan uang, tetapi sangat berat mengorbankan waktunya. Berat meninggalkan scrolling media sosial. Berat melepaskan tontonan. Berat meninggalkan gadget walau hanya beberapa menit untuk beribadah kepada Allah
Padahal umur kita sesungguhnya adalah kumpulan waktu. Sebagaimana perkataan Al-Hasan Al-Bashri:
ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، فَكُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Ketika satu hari berlalu, maka hilang pula sebagian dari dirimu.”
Hadirin-hadirat jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah
Kita hidup di zaman yang penuh distraksi. Jempol kita terus bergerak. Mata terus menatap layar. Scroll demi scroll dilakukan tanpa tujuan yang jelas. Banyak orang bangun tidur yang pertama dicari adalah handphone. Sebelum tidur pun yang terakhir dipegang adalah handphone. Akibatnya hati menjadi keras, pikiran lelah, ibadah kehilangan kekhusyukan, bahkan hal wajib seperti memperhatikan diri sendiri pun menjadi hilang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
Kita mengira scrolling hanya hiburan biasa. Padahal bisa jadi itulah yang menghabiskan umur kita sedikit demi sedikit.
Kita mengira hanya lima menit, ternyata satu jam berlalu. Kita mengira hanya melihat sebentar, ternyata shalat tertunda, tugas kuliah terlupakan, bahkan hak tubuh untuk istirahat pun terabaikan.
Hadirin-hadirat jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah
Islam bukan agama yang anti teknologi. Media sosial hanyalah alat, bukan tujuan. Ia bisa menjadi jalan pahala, tetapi juga bisa menjadi pintu kelalaian.
Karena itu para ulama mengingatkan:
اَلْاِشْتِغَالُ بِغَيْرِ الْمَقْصُوْدِ إِعْرَاضٌ عَنِ الْمَقْصُوْدِ
“Menyibukkan diri dengan sesuatu yang bukan tujuan utama adalah bentuk berpaling dari tujuan yang sebenarnya.”
Kalau waktu habis untuk hal yang tidak penting, berarti kita sedang menjauh dari tujuan hidup yang sebenarnya.
Mari kita ingat bersama kembali, bahwa Waktu tidak akan pernah kembali.
لَنْ تَرْجِعَ الْأَيَّامُ الَّتِيْ مَضَتْ
“Hari-hari yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.”
Hari kemarin sudah pergi. Hari esok belum pasti kita miliki. Maka yang benar-benar kita punya hanyalah hari ini. jangan sampai umur kita habis hanya untuk sesuatu yang tidak bernilai di sisi Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ
“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
Mari kita jadikan momentum Idul Adha ini sebagai momentum kita ingat kembali apa harta terbaik bagi pemuda pemudi seperti kita, yaitu waktu. dan sekarang adalah saatnya kita berkomitmen untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Mari kita Kurangi scrolling yang tidak perlu. Batasi screen time. Gunakan media sosial hanya untuk mencari ilmu, bersilaturahmi sewajarnya, dan menebar kebaikan seluas-luasnya. Serta Isi waktu hanya dengan hal-hal yang bermanfaat dan memperbanyak amal saleh.
Karena sejatinya kurban terbesar kita hari ini dan kedepannya, adalah mengorbankan waktu kita untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ
Khutbah II
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ولله الحمد اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ الْفَلَاحِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ. إنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى فِيْهِ بِمَلَائِكَتِهِ، فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. وقالَ رسولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً. اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا أَخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ. اَللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيْضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ وَعَافِيَتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا لَنَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ