Profil Pesantrem

Profil Pondok Pesantren Al-Insaniyyah

Pondok Pesantren Al-Insaniyyah berdiri pada hari Rabu, 22 Maret 2023 atau bertepatan dengan tanggal 01 Ramadan 1444 H. Pondok pesantren yang beralamat di RT 01 RW 03 Dusun Druju Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir Kota Salatiga Jawa Tengah ini didirikan dan diasuh oleh Khoirul Anwar atau yang akrab disapa Kang Anwar.

Berdirinya pondok pesantren ini bermula dari pesan yang selalu disampaikan oleh salah satu guru Kang Anwar, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur, supaya mendirikan pesantren di perkampungan.

“Bekerja dan beraktivitas boleh-boleh saja di kota, tapi jangan lupa membuat pesantren, membuat tempat untuk belajar ngaji di kampung. Harus di kampung ya, jangan di kota,” pesan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus kepada Kang Anwar setiap kali ia sowan kepada beliau.

Kang Anwar sendiri pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo sejak tahun 2001 sampai 2011 di bawah asuhan Al-Marhum KH. Ahmad Idris Marzuqi (w. 2014), Al-Marhum KH. Imam Yahya Mahrus (w. 2012), KH. M. Anwar Manshur, dan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.

Setelah itu dengan menggunakan ijazah mu‘adalah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) Pondok Pesantren Lirboyo, Kang Anwar melanjutkan kuliah S1, S2, dan S3 di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Muktamar NU dan Dusun Druju

Setelah menghadiri Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung yang berlangsung pada tanggal 23-25 Desember 2021, Kang Anwar kembali sowan ke kediaman KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus di Lirboyo Kota Kediri, dan mendapatkan pesan serupa, yakni disuruh mendirikan pesantren di perkampungan atau di pedesaan. Akhirnya, di hadapan beliau Kang Anwar menyampaikan niatnya untuk melaksanakan dhawuh tersebut, yakni membuat tempat untuk belajar bersama di Dusun Druju, salah satu pedukuhan di Kota Salatiga.

Pilihan jatuh ke Dusun Druju Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir Kota Salatiga setelah melalui berbagai pertimbangan atas tawaran yang diberikan oleh bapak mertuanya, Almarhum H. Chamim. Bapak dari istri Kang Anwar meminta supaya putrinya, Ulfi Diana, tidak dibawa ke luar kota.

“Kalau mau membangun pesantren silakan cari tanah di Kota Salatiga, atau ini Bapak ada beberapa tanah, silakan dipilih,” kata H. Chamim, mertua Kang Anwar.

Setelah melihat beberapa tanah, akhirnya Kang Anwar menjatuhkan pilihan di Dusun Druju karena tempat ini tergolong paling berada di perkampungan daripada tanah lain yang dimiliki bapak mertuanya, H. Chamim.

Pada tanggal 05 Januari 2022 dimulailah pembangunan dengan membangun rumah sebagai tempat tinggalnya dan beberapa ruang serta kamar sederhana untuk tempat tinggal santri yang hendak ikut mengaji. Lalu pada 22 Maret 2023 atau bertepatan dengan tanggal 01 Ramadan 1444 H tempat yang dibangunnya mulai digunakan untuk salat fardlu dan salat tarawih, serta mengaji kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali (w. 1111 M) dengan diikuti oleh enam mahasiswa S1 dan S2 UIN Salatiga yang tinggal di tempat tersebut.

Nama Al-Insaniyyah

Seiring berjalannya waktu berdatanganlah anak-anak muda yang hendak mengikuti pengajian dan nyantri di tempat yang diberi nama Pondok Pesantren Al-Insaniyyah. Penamaan Al-Insaniyyah, kata dari bahasa Arab yang berarti kemanusiaan atau humanity dalam bahasa Inggris berasal dari Kang Anwar sendiri yang telah ia konsultasikan kepada KH. Ubaidullah Shadaqoh, pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Kota Semarang, dan KH. Maslikhudin Yazid, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Giri Kota Salatiga. Di tangan kedua kyai tersebutlah, Kang Anwar dijodohkan dengan istrinya, Ulfi Diana.

Kang Anwar berpandangan bahwa Islam adalah agama kemanusiaan, agama yang menjunjung tinggi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Manusia dengan segenap keberagaman dan keunikannya memiliki hak yang sama untuk dihormati, bahkan kehormatan manusia sudah melekat sejak manusia masih dalam kandungan ibunya. Karena itu Islam adalah kemanusiaan, dan kemanusiaan adalah pesan utama ajaran Islam.

Gayung bersambut, pada tanggal 20 September 2024 dimulai kegiatan Pengajian Selapanan, kegiatan rutin yang dilakukan setiap Sabtu Legi pukul 19.00 – 21.30 WIB, dan pada tanggal 22 September 2024 dimulai Pengajian Minggu Pagi yang dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 06.00 – 07.00 WIB. Selain itu karena banyak anak-anak kecil dari masyarakat sekitar yang hendak belajar pendidikan Islam dasar, pada hari Minggu tanggal 10 November 2024 dimulai kegiatan belajar mengajar Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Insaniyyah setiap hari mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB kecuali hari Jumat, libur.

Aktivitas pondok pesantrennya sendiri dilakukan pada malam dan pagi hari, yakni mulai pukul 19.30 -21.30 WIB dengan materi kitab kuning yang meliputi nahwu, sharaf, fikih, sejarah Islam, jurnalistik, bahasa Inggris, metode penelitian, dan pengembangan bakat dan minat.